News

Bachtiar Nasir: Umat Islam Jangan Terprovokasi Ajakan Reformasi Jilid II

Jakarta, Triknews.net – Pentolan GNPF MUI KH. Bachtiar Nasir mengisi tausiyah di Majelis Tadabur Al Quran dengan tema “Ancaman bagi orang kafir (QS. Al Muzzammi : 11-18)” di Masjid Raya Pondok Indah Jl. Sultan Iskandar Muda No.1 Keb. Lama Jaksel, Selasa (16/5).

Bachtiar Nasir mengakui bahwa musuh umat mempunyai kekuasaan dan yang cukup melimpah dengan sebutan 9 orang (9 naga). Namun umat Islam harus tetap bertawakal lantaran ada yang mendustakan ayat-ayat Allah.

Terkait hasil keputusan hakim atas vonis Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Bachtiar meminta agar semua pihak bisa menghormati dan menerimanya meskipun dirinya diprotes oleh umat.

“Saya sudah katakan apapun keputusan Hakim kita harus menerimanya. Saya diprotes, banyak yang tidak setuju katanya “Kalau sampai bebas kita tidak terima”, kalau begini terus bawa perasaan kapan selesainya, kita harus percayakan kepada Hakim”,” ucap Bachtiar.

Dia mengancam siapapun penguasa yang tidak bersikap tidak adil maka akan tergilas roda keadilan Allah SWT, tunggu saja saatnya akan tiba. Bachtiar mengingatkan agar umat islam jangan terprovokasi, dan jangan terbawa oleh kelompok yang ingin merebut kekuasaan.

“Walaupun sekarang sudah beredar ajakan reformasi jilid 2, ikuti saja prosesnya,” sebut dia.

Lebih lanjut, Bachtiar Nasir memastikan bahwa kejadian Al Maidah 51 bukan rekayasa, aksi 212 bukan rekayasa.

“Tidak mungkin Habib Rizieq atau Bachtiar Nasir bisa menggerakan jutaan umat. Ini kehendak Allah,” ucap dia.

Dia kembali meminta kepada umat Islam untuk tetap tenang saja jangan terprovokasi, ikuti sesuai konstitusi. Dalam perang badar saja umat Islam menang padahal kekuatan dengan musuh sangat tidak seimbang, mereka jauh lebih kuat dalam jumlah pasukan dan persenjataannya.

Selain itu, Bachtiar menyesalkan ada umat Islam yang melakukan aksi penghadangan di Bandara Manado. Dia menyebut aksi tersebut suatu hal yang norak dan tidak beradab.

“Apa untungnya orang Manado melakukan itu. Umat islam jangan terpancing, kalau perlu ada orang Manado datang kita sambut dengan bubur Manado ataupun kesukaan orang Manado, jangan di usir-usir. Balaslah kejahatan dengan yang lebih baik,” katanya.

Bachtiar juga ikut menyoroti fenomena aksi 1.000 lilin oleh massa pro Ahok. Dia mengklaim bisa melakukannya lebih dari apa yang mereka lakukan yakni 10.000 obor.

“Tapi kita tidak mau seperti itu. Saya keliling juga untuk menenangkan hal ini. Karena banyak yang nanya kapan lempar jumroh,” bebernya.

Dia juga berpesan kepada jamaah agar mewaspadai gerakan PKI yang anti sekali dengan agama. Dia menyebut orang yang ingin membubarkan Majelis Ulama berarti dia PKI atau anak keturunan PKI. Hati-hati ikut arus kelompok yang suka menjelek-jelekan islam,” tukasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jari 98 Siap Menagih Janji Reformasi 98.

Copyright © 1998 Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia (Jari 98).

To Top
Close