News

Siap Sukseskan Pilkada 2020 dan Berantas Covid-19, Jari 98 : Bravo Kapolda Sumut!

Jakarta – Pandemi Covid-19 dikhawatirkan akan menjadi pemantik konflik horizontal diantara masyarakat.

Begitu dikatakan Ketua Presidium Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia (JARI) 98, menanggapi peristiwa pembacokan Imam mesjid (Muhamad Arif) saat pimpin Sholat Jamaah Magrib di Kelurahan Tanjung Rancing, Kecamatan Kota Kayuagung, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, 11 September 2020.

Arif diketahui menghembuskan nafas terakhirnya setelah menjalani perawatan selama 3 hari di salah satu rumah sakit di Palembang.

Diketahui, faktor pemicu kejadian naas tersebut boleh dikatakan sangat sepele. Pelaku tidak terima saat korban meminta kunci kotak amal diserahkan ke bendahara mesjid.

“Saya prihatin dengan kejadian ini. Bisa jadi ini adalah riak-riak kecil ke arah yang lebih besar. Imbas Covid-19 telah menghancurkan ekonomi rakyat, lapangan kerja sulit, kebutuhan pokok, BBM dan listrik jadi terasa mahal karena nggak ada duit, pemasukan susah, biaya berobat di rumah sakit mahal, ditambah lagi beban beli kuota untuk belajar di rumah yang berpotensi besar merusak selaput mata,” papar Willy Prakarsa.

Berdasarkan hal tersebut, Willy menyampaikan kekhawatirannya akan dampak Covid-19 pada siklus politik, hukum, ekonomi, agama dan sosial dan budaya. “Jika hal ini tidak ada tindakan preventif bisa jadi akan melahirkan Revolusi Sosial yang mengganggu Sitkamtibmas, tidak hanya di Indonesia bahkan juga dunia Internasional.

“Terlepas dari Konspirasi Global untuk meminimalisir padat dah banyaknya manusia penghuni dunia ini. Signal ini perlu adanya tindakan preventif sebagai langkah antisipasi pemerintahan Jokowi. Perlu ketegasan dan keseriusan,” beber pendukung militan Presiden Jokowi ini.

Seterusnya Willy mengucapkan terima kasih dan memberi apresiasi setinggi-tingginya kepada Kapolda Sumut (Sumatera Utara) Irjen Pol Martuani Sormin dan Dir Intel Polda SUMUT Kombes Pol Ruslan.

“Kami (JARI 98) beri acungan jempol atas tekadnya bersinergi dengan masyarakat sekitar melawan Covid-19, serta menjadikan Pilkada serentak di Kota Medan sebagai ajang Turnamen, bukan lagi perebutan kekuasaan,” ujarnya.

“Jadi, pemenang Pilkada itu adalah masyarakat, bukan kontestan, dengan begitu demokrasi berjalan dengan baik dan itu adalah edukasi politik yang real,” pungkas Willy Prakarsa yang menangkan Jokowi di Pilpres 2019 di wilayah Tangerang Selatan dan saat ini sedang di Kota Medan dalam rangka lawatan konsolidasi nasional secara bertahap.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
Close